berjuang · cerita manusia

Idealisme dan Realita

Fotonya diambil di https://www.freepik.com/free-photo/desk-with-a-laptop-a-cup-of-coffee-and-a-calendar_878794.htm

Jadi dewasa itu gak mudah yaaa. Ribet iya. Selain ribet mikir jodoh, ribet pula nentuin karier mau jadi apa. Surem yaaa.

Saya niat awal kuliah di komunikasi berharap bisa jadi reporter. Bukan yang muncul depan tv atau siaran di radio yaa. Tapi yang dibelakang layar. Apa boleh dikata, ibunda tak merestui. Jam kerja yang tergolong bisa overtime. Nyari narasumber yang kalo ga sabar bisa bikin darah tinggi makin kumat, jadi yaaa reporternya mentok jadi kontributor media. Medianya pun bukan sementereng Kompas, Tempo, Jawa Pos, Media Indonesia. Tapi cukuplah membuat saya bangga dan banyak pelajaran yang saya ambil.

Nah ngomongin karier, buat yang belom kerja, lebih baik mikir lagi deh. Gak mudah lho buat resign gitu aja kalo kamu ga sreg, gak nyaman, gak suka sama patner kerja. Iya kalo udah punya backup kerja lain sih gak masalah, lha kalo enggak? Jadi gunjingan tetangga iya.

More

Iklan
Review

mandiri online

Keputusan saya akhirnya membuka internet banking Mandiri atau sekarang berganti nama menjadi app mandiri Online, ternyata sangat bermanfaatnya dalam membantu transaksi sehari-hari. Tidak perlu lagi repot-repot pergi ke ATM untuk mentrasfer sejumlah uang. Hanya dengan smartphone dalam genggaman, uang sudah berpindah pemilik. Berbeda dengan transaksi melalui mobile, tak perlu menggunakan token, jika melakukan lewat web, kamu diharuskan memiliki token. Dengan adanya mandiri Online, jadi semakin sering belanja online. Yaa intinya jadi semakin mudah melakukan berbagai layanan perbankan, seperti transfer, pembayarn, ataupun sekedar mengecek saldo rekening.

More

cerita manusia

Gagap Teknologi

Pernah gak sih kalian mengalami gagap teknologi dengan orang tua? Atau orang yang lebih tua, semial boss, atau dengan pembantu yang cukup berumur? Teknologi sudah bergerak maju, namun mereka tergagap-gagap mempelajari.  Karena, jaman mereka dulu teknologi belum sepesat sekarang. Mereka kesulitan mengikuti laju. Tergopoh-gopoh belajar, karena kalo tidak mengikuti semakin tertinggal. Berapa persen orang tua dengan kisaran umur 55-70 tahun yang tidak bisa mengoparasikan akun Go-Jek . Jangankan Go-Jek, punya akun Facebook saja belum tentu. Itulah.

Kami generasi Y (why), memang tidak lahir di era teknologi, tapi kami tumbuh dan berkembang saat teknologi itu muncul. Sudah ada pelajaran komputer dasar bahkan sejak SD. Nah para orang tua, mungkin baru mengenal komputer saat kuliah atau mungkin justru setelah kuliah.

More

cerita manusia

Circle of Poison

Benar kata pepatah, semakin kita dewasa, teman akan terseleksi oleh alam. Entah karena memang sudah tidak perlu bertemu lagi, atau memang sengaja tidak ingin bertemu. Saya sering kali harus mengahadapi yang kedua. Bahkan ada yang terang-terangan menyebut “melepaskan lingkar pergaulan yang toxic”. Mungkin bukan mereka yang racun, tapi kita yang yang sudah berbeda dengan yang mereka kenal dulu. Keengganan untuk bertemu kawan lama salah satunya adalah agar mereka tidak tercemar racun. Pergi dari lingakaran pertemanan yang racun, bisa juga diartikan, dia tidak membawa dampak postif buat kehiduapan kita. Pandangan hidupnya berubah, berbeda dari sejak kalian terakhir bertemu. Misalnya dia sedang mendalami ilmu gaib, berbau hal mistik, atau dia jadi suka menyebarkan kata-kata kebencian, bisa juga dia tengah belajar bagaimana caranya berjihad dan pikiran untuk pergi ke medan perang biar lebih kaffah dalam mempelajari agama. Nah teman yang seperti itu, bisa jadi virus. Maka baiknya adalah melepaskan lingakaran sebelum sel-sel virus telah menyebar dan kita jadi salah satu diantara mereka. *Astagfirullah*

More

cerita manusia

Pulang

 

by: freepic
“Dasar anak rumahan”
“Gak pernah main ya”
“hih pulang sebelum magrib ya”
Kata-kata diatas udah sering kali terdengar. Tidak hanya sekali, bahkan puluhan kali.
Yang mereka tidak tau adalah alasan kenapa saya selalu mengahbiskan waktu di rumah. Yang mereka tidak tau, saya punya pertimbangan mengapa saya memilih pulang sebelum malam menjemput pagi. Yang mereka tidak paham adalah tradisi di keluarga saya.

Pulang

anak muda · jenuh

Trying Perfectly With Imperfection

credit by @amrazing

Manusia kadang ingin semua serba sempurna,

padahal tidak ada yang benar-benar sempura di dunia ini. Ekspektasi selalu kalah oleh realita. Maka tak jarang tingkat stress selalu meningkat. Nah buat orang-orang yang gak siap, hal ini tentu melelahkan. Selalu berhadapan dengan hal yang tak terduga. Selalu. Dan yaa saya orang yang tidak siap dengan perubahan mendadak. Belom berkelurga dan menjadi ibu saja rasanya sudah melelahkan.
Ingin rasanya mengambil waktu dan tak perduli dengan masalah rumah, masalah kantor, fokus menyelesaikan masalah diri sendiri. Semua dimulai dari diri. Memperbaiki benang yang kusut. Memperbaiki mood yang labil. Membersihakan hal-hal menyesakkan. Berteriak sekeras-kerasnya. Menangis. Luapkan semua emosi.

More

jodoh

Perkara Waktu

Akhir-akhir ini beberapa teman sekitar sudah banyak yang dilamar. Sudah nemukan jodohnya. Kata orang menikah memang hanya perkara waktu.
Waktu ketika siap untuk berbagi ranjang dan selimut bersama.
Berbagi gayung dan peluh keringat setelah seharian bekerja.
Berbagi pinggiran pizza dan kulit ayam yang kamu sisakan.
Berbagi cangkir coklat panas kala hujan datang menyapa.
Berbagi apapun sepanjang sisa usia hingga keriput menua.
Bukan hanya sekedar meminta Tuhan agar didekatkan.

More