cerita manusia

Circle of Poison

Benar kata pepatah, semakin kita dewasa, teman akan terseleksi oleh alam. Entah karena memang sudah tidak perlu bertemu lagi, atau memang sengaja tidak ingin bertemu. Saya sering kali harus mengahadapi yang kedua. Bahkan ada yang terang-terangan menyebut “melepaskan lingkar pergaulan yang toxic”. Mungkin bukan mereka yang racun, tapi kita yang yang sudah berbeda dengan yang mereka kenal dulu. Keengganan untuk bertemu kawan lama salah satunya adalah agar mereka tidak tercemar racun. Pergi dari lingakaran pertemanan yang racun, bisa juga diartikan, dia tidak membawa dampak postif buat kehiduapan kita. Pandangan hidupnya berubah, berbeda dari sejak kalian terakhir bertemu. Misalnya dia sedang mendalami ilmu gaib, berbau hal mistik, atau dia jadi suka menyebarkan kata-kata kebencian, bisa juga dia tengah belajar bagaimana caranya berjihad dan pikiran untuk pergi ke medan perang biar lebih kaffah dalam mempelajari agama. Nah teman yang seperti itu, bisa jadi virus. Maka baiknya adalah melepaskan lingakaran sebelum sel-sel virus telah menyebar dan kita jadi salah satu diantara mereka. *Astagfirullah*

More

Iklan
cerita manusia

Terima Kasih Semesta

20170427_130723
Foto by Alexander Thian

13 Mei

Adakah dari kalian yang pernah merasa salah jalan, tapi putar baliknya terasa jauh sekali sehingga kayaknya mustahil. Apa yang kalian kerjakan sekarang gak sesuai dengan hati kecil. Bahwa bukan ini yang kalian inginkan?? Saya sedang mengalaminya.
“Passion saya ga disisni”

Buat saya yang masih bermasalah dengan insecurities, komentar negatif yang diterima sering kali semakin menghambat dan menambah jalan terjal untuk kembali ke jalan yang dirasa benar. Apapun hal baik yang coba saya kerjakan atau upayakan selalu terlihat salah. Selalu kurang.

Lalu lelah mulai datang kala sedang berjuang, berproses.

Ingin rasanya berhenti.

Lanjutkan membaca “Terima Kasih Semesta”

cerita manusia

Sekali Lagi Tentang Insecure…

Beberapa hari yang lalu melihat buku “Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat; Pendekatan Yang Waras Demi Menjalani Hidup Yang Baik” di timeline twitter. Sepertinya menarik dan saya lagi butuh asupan gizi soal semacam ini…

Dan akhirnya kemarin buku itu terbeli juga. Heheeee.

Halaman pertama berkisah tentang seorang penulis yang berkali-kali gagal. Semua tulisan yang dia kirim ke surat kabar, penerbit, semua ditolak. Karena menganggap tulisannya buruk, kacau, sampah. Karena hal ini ia mengalami depresi berat. Hidup seperti gelandangan, suka mabuk-mabukan dan narkoba. Hampir 50 tahun ia hidup seperti itu. Hingga satu ketika datang kesempatan dari editor. -Tidak dijelaskan apa alasan editor itu-. Tapi ia yakin ini adalah kesempatan yang ia punya. Singkat cerita, tawaran tadi dia terima. Dan tahun berikutnya, novelnya laris manis. Dia menjadi penulis terkenal.

Dia jujur pada dirinya sendiri dan mengakui hal paling buruk yang ada pada dirinya. Dia mengakui bahwa dia pencundang, selalu gagal. Merasa pencundang adalah suatu kewajaran.

More

cerita manusia

Cerita Masa Kecil

 

Cerita apa nih?? Hemm…. Cerita masa kecil aja yaaa. :))

Jadi dari kecil, kalo anak lain ulang tahun dirayain di restoran fast food, ada kue, lilin, itu gak terjadi di masa kecil saya. Bahkan emang ga pernah ada tradisi kaya gitu di keluarga. Paling banter cuma makan-makan sekeluarga di ruang tengah. Sesederhana itu.

Saat anak lain gak suka baca. Saya udah mulai suka novel sejak kelas 5 SD. Buku pertama yang dibeliin itu “AKU” karya Sjuman Djaya, yang bercerita tentang Chairil Anwar. Kelas 5 SD! Bayangin…. Hahaaaa. Sampe akhirnya karena ibu baru tau kalo syairnya kebanyakan kata-kata dewasa semacam ‘jalang, binatang yang terbuang’, jadi bukunya disita, disembunyiin entah di mana sampe menginjak SMA baru ketemu lagi bukunya… heheheee.

Lanjutkan membaca “Cerita Masa Kecil”

cerita manusia · perjuangan

Memahami Perasaan , Pelajaran Penting Seumur Hidup

Close up Portrait young beautiful attractive tender ginger redha
sumber dari sini

Beberapa hari yang lalu, membaca salah satu blog orang lain, terkait Emotional Inteligence. Kalo dalam bahasa Indonesia langsung “Kecerdasan Emosi”. Kalo pengen tau lebih lengkap tanyakan ke gogel yaaa.  hehehee. Jadi Kecerdasan emosi ini bukan hanya tentang emosi kita sendiri tapi emosi orang lain. Melihat emosi atau ekspresi orang lain terkait sesuatu. Saya kasih contoh agar lebih mudah dipahami, mungkin kalian juga pernah secara tidak sadar udah melakukan ini.

Sekolah

Waktu SMP, sekolah saya kedatangan murid baru dari Bandung. Sebagai murid baru, tentu dia belum mendaftar ekstrakurikuler apapun. Padahal di sekolah saya, ekskul pramuka menjadi kegiatan yang wajib diikuti seluruh siswa. Karena teman-teman lain yang tidak ada menawarkan dan tidak ada yang mengajaknya bergabung, saya memberanikan diri menawarkan kelompok tim pramuka saya. Dia bisa bareng saya saat pramuka berlangsung, begitu pula saat saya mengikuti PMR sebagai ekskul kedua, dia juga ikut bergabung. Saat itu bahkan kami terlihat seperti kembar. Karena hampir kemana-mana selalu berdua. Heheheee.

More

jodoh · novel

Around The World and Find Love

ravel and tourism and transport .The landmarks of the world as the background

 

Beberapa hari yang lalu, mampir ke sebuah toko buku di salah satu Mal di Yogya. Kalo dipikir. Udah lumayan lama sih gak nongkrong di toko buku. Ngeliat buku berderet dengan bermacam judul yang menjual siap dibeli. Tapi ya ujungnya juga gak beli apa-apa. hehehe. Lagi gak niat nyari buku buat bacaan juga sih. Jadi cuma ngeliat ada buku baru apa.
Ternyata banyak buku baru. Dan sepertinya fenomena buku dengan tema cinta masih booming banget. Taruhan, 2-3 tahun kedepan itu buku atau novel (pasti) diangkat ke film.
Abis pulang, malah jadi kepikiran terus sama judul-judul yang ada. Sekarang lagi hits banget judul yang bawa-bawa kota di luar negeri. Gak cuma satu. Banyak! Love in Paris, Love in London, Love in Auckland, Love in Sydney, Love in Edinburgh, Love in Marrakech, Love in Adelaide, Winter in Tokyo, Autum in Paris, Summer in Seoul, Spring in London, London Love Story, dan masih banyak lagi. Sebenernya fenomena ini udah ada dari jaman masih SMP, jaman Ilana Tan sukses bikin 4 novel dengan tema 4 musim. Aku lupa udah baca yang mana. Ada juga Kana di Negeri Kiwi. *negeri Kiwi= New Zealand*
Sebenernya ceritanya gak jauh-jauh dari orang Indonesia yang kebetulan kuliah di sana, atau kerja, terus ketemu sama “cintanya”. Yaa sebagian ada yang ketemu sama orang Indonesia juga, ada lagi yang kepincut sama gantengnya cowok Korea. Tapi emang orang Indonesia kurang ganteng apa? Sampe harus ngadu ke Eiffel dulu, baru ketemu sama jodohnya? Biar makin sweet dan romantis ya. *uhuk*
Kalo dipikir kenapa yaa orang oh oke ralat, penulis itu suka banget pake unsur kota di luar negeri? Kenapa yaa gak bikin judul Rain in Yogyakarta? Atau Cloudy in Banyuwangi? Hahahaaa. Biar ada unsur Indonesia gitu… apa emang mereka pas nulis lagi luar negeri jadi ya cocok sama suasananya? Entah lah… Iya sih emang sekarang tiket pesawat buat jalan-jalan atau lebih gaul disebut traveling itu semakin mudah dan murah. Banyak agen tiket atau perjalanan yang nawarin promo gila-gilaan. Dan dalam waktu kurang dari sejam udah ludes! Jadi buat ke luar negeri sekarang gak cuma modal visa “pelajar” tapi melancong pun mudah. Soo  nulis dengan unsur luar negeri sebenernya hal yang wajar.
Semakin banyak novel yang bertema kayak gitu bikin males gak sih? Atau malah jadi banyak pilihan? Tapi apa iya, nyari Cinta aja harus sampe keliling dunia kaya film Jilbab Traveler? “Jadilah Ibnu Batutah, pejuang muslim pertama yang berkeliling dunia. Jadilah mata dan kaki Ayah untuk melihat indahnya dunia di luar sana. Temukanlah sesuatu yang kamu cari selama ini.” garis besar kutipan film tadi. Nyatanya, jodohnya malah ketemu di padang Savana Baluran di Banyuwangi, meski sama orang Korea. Heheee. Jauh-jauh keliling dunia, eh ketemunya juga di Banyuwangi. Yaaa gak papa sih, namanya juga mencari kan yaaaa.
Oke balik lagi ke topik. Kira-kira tujuan penulis buat nulis dengan unsur luar negeri itu selain buat ngajak orang ke luar negeri itu apa yaa? Apa buat mencari cinta di luar negeri? Apa iya, kalo dinegeri sendiri gak nemu cinta? Bukannya tinggal nelpon Mbak Dian Sastro aja ya? Heheee gak lucu ya? Emang gak niat ngelucu kok. Kenapa enggak ngajak orang buat keliling Indonesia dengan nulis yang ada unsur Indonesianya aja ya?
Emang kalo bawa nama Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang kurang romantis ya? Lebih romantis drama dibawah London Eye mungkin? Heeemm.
Sejujurnya, aku udah rada bosen dan males baca novel romansa gitu. Cuma bikin terus bermimpi ketemu “cinta” di stasiun, di pasar, atau di tempat-tempat yang gak disengaja. Nyatanya yaa gak ketemu-ketemu juga. Humf! (sorry rada curhat)
Kalo misal dikasih syarat untuk nemu cinta dan berjodoh harus keliling dunia kira-kira kamu mau gak? Hahaaaa. Kalo bisa “dipastikan” dia ada disalah satu kota di luar negeri sana sih mau-mau aja. Tapi lebih enak sih, pas keliling dunia sama jodohnya, sama muhrimnya. Aseeeek.
Ini napa malah jadi melebar kemana-mana sih. Dari ngomongin buku, kota di luar negeri, sampe masalah jodoh. Waaaaah emang udah waktunya saya nyari jodoh kayaknya. Heheheee. Udah waktunya ngasih emak mantu. *upppsss.
(nyari kerja dulu kali geeeee)  #digetok
Jadi siapa pun nanti jodoh saya semoga saya gak harus nyari jauh-jauh ke London, Paris, Sydney, Korea, Jepang. Tapi kalo semisal pas lagi jalan-jalan kesana terus ketemu lain cerita sih yaa. Bukan… bukan pengen nyari orang bule atau orang asing, tetep nyari yang warga Indonesia kok. Hahahaaaa sepertinya saya udah mulai halu..
Karena dirasa tulisan saya semakin mulai ngelantur bin ngawur, ya mari dicukupkan sekian dan terimakasih. Muaaaaah.

 

cerita manusia · cinta · Drama · jodoh

Kisah Gw Yang Tidak Semanis Dilan-Milea

Ngomongin Valentine dan booming Dilan, gak ada salahnya kalo cerita soal surem-enggak-surem kisah cinta gw. (hahahaaaa) apa sih.

Ini bakal panjang banget… serius! Jadi mungkin yang mau nyiapin cemilan, minum, boleh dibikin dulu…

Seumur hidup, gw belom pernah pacaran (resmi). Kenapa resmi? (yang literally) ketemu, ngobrol, jalan. Pernah sih gak resmi –pacaran- hanya lewat sms doang atau chat. Dan ini berlangsung kira-kira 5-6 bulan. Lama yaaa? Ini masa dimana waktu itu operator seluler ngasih gratis sms kalo mencapai target sms tertentu. Jadi yaaa gitu deh. Pernah ngalamin masa dimana senyum-senyum sendiri dapet sms dari orang antah berantah. Dan kalo gak salah inget waktu itu malah baru SMP. Hahahaaaaa. Serius. mungkin kalo dari luar, kelihatan pendiem, polos, aslinya gw ini juga sama kayak remaja lain, ada sampahnya juga, ga baik-baik banget lah. Eheheeee. Dan sampe sekarang gw gak pernah ketemu sama itu orang. Karena waktu itu gw takut. Apalagi kayaknya gw sempat bohong kalo gw anak SMA. Setelah ganti nomer, kisah gw sama dia lenyap ditelan bumi. Gw gak tau kabar dia, dia juga mungkin udah ngelupain gw. Mbuh ah.

More

cerita manusia

Hari Gini Kuper?

portrait of a pretty young woman covering her head with a wool cap

Bisakah membayangkan jika di masa informasi yang serba cepat begini, dengan teknologi yang luar biasa berkembang, masih ada anak yang sulit menemukan identitasnya. Hobbynya hanya baca komik, nonton tv, makan, tidur, dan main PS (Play Station). Terlebih lagi, dia bukan orang yang senang jalan-jalan atau sekedar berkeliling melihat pemandangan. Diperparah tidak punya teman. Tidak suka membuka membicaraan dengan orang baru. Tidak mencoba berselancar di dunia maya sekerdar mencari teman, mencari grup menyuka komik misalnya. Dia sibuk dengan dunianya sendiri. Betapa kesepiannya orang macam ini.

Suatu ketika, saat sedang berkumpul dengan teman karena ada kuliah lapangan, tentu dia merasa aneh, merasa ga nyabung. Tapi dia melihat orang lain yang aneh dan merasa sangat jahat karena terasing. Orang seperti ini, harusnya memiliki kesadaran. Kesadaran bahwa ada yang kurang dalam dirinya. Bahwa dia perlu meningkatkan informasi. Perlu banyak bergaul. Tak perlu harus ikut-ikutan terbawa arus. Cukup tau saja itu sudah cukup. Cukup tau soal info film baru, info yang sedang hangat dibicarakan. Jangan salahkan temanmu yang sedang asik merumpikan lambe turah, atau film laris yang sedang ditunggu tanggal tayangnya. Yaa karena kalo “hari gini” gak tau, yaaa pantas kalo merasa terasing. Cobalah membuka diri. Tak perlu harus selalu mengikuti drama Balajaer, Jedar, Jedun, cukup tau “oh ada kabar ini” agar tidak kudet. Banyak teman laki-laki yang ogah mengikuti lambe turah, tapi dia tau Reza Rahadian, tau film Dilan, tau betapa fenomenalnya AAC. Tau siapa saja yang lolos Liga Champion, Europa.

More