cerita manusia

Circle of Poison

Benar kata pepatah, semakin kita dewasa, teman akan terseleksi oleh alam. Entah karena memang sudah tidak perlu bertemu lagi, atau memang sengaja tidak ingin bertemu. Saya sering kali harus mengahadapi yang kedua. Bahkan ada yang terang-terangan menyebut “melepaskan lingkar pergaulan yang toxic”. Mungkin bukan mereka yang racun, tapi kita yang yang sudah berbeda dengan yang mereka kenal dulu. Keengganan untuk bertemu kawan lama salah satunya adalah agar mereka tidak tercemar racun. Pergi dari lingakaran pertemanan yang racun, bisa juga diartikan, dia tidak membawa dampak postif buat kehiduapan kita. Pandangan hidupnya berubah, berbeda dari sejak kalian terakhir bertemu. Misalnya dia sedang mendalami ilmu gaib, berbau hal mistik, atau dia jadi suka menyebarkan kata-kata kebencian, bisa juga dia tengah belajar bagaimana caranya berjihad dan pikiran untuk pergi ke medan perang biar lebih kaffah dalam mempelajari agama. Nah teman yang seperti itu, bisa jadi virus. Maka baiknya adalah melepaskan lingakaran sebelum sel-sel virus telah menyebar dan kita jadi salah satu diantara mereka. *Astagfirullah*

More

Iklan
cerita manusia

Biru

foto by amrazing

Hai….

Lama nih ga nulis. Ciyeee pada kangen dan nunggu tulisan saya yaaa? hahahaaaaa *pede banget lu*

Hahahaaaa. Daripada mulai insecure dengan “halah siapa juga yang mau sudi ngeluangin baca blog saya yang remahan malkis ini”. yak kan…..

Eniwei, saya kangen nulis. Saya ga nulis bukan ga mau, hanya kadang ga sempat. Dan bingung aja gak ide buat konten blog ini. Selain karena akreditasi kantor yang bikin saya nyaris gila.

Kalian suka sama satu warna tertentu pernah ada sejarahnya ga sih? Atau ya, hanya sebatas suka tanpa alasan?

Kalo saya, setelah dipikir, ditelaah, direnungkan, dimantapkan dan bertemu dua pihak keluarga. *ini ngomongin warna apa mau nikah sih*. Saya suka warna biru ternyata ada sejarah panjangnya. Tenang, ga akan sepanjang sejarah perang kemerdekaan kok.

More

cerita manusia

Berteman Kehilangan

Sudah lebih dari 2  minggu saya berteman dengan kehilangan.

Ini pertama kali merasakan kehilangan yang begitu besar. Seseorang yang hampir setiap hari bertemu, bertegur sapa. Seseorang yang selalu ada.

Kepergiannya yang begitu mendadak membuat saya yang hingga hari ini merasa masih tak percaya bahwa sosoknya sudah tak lagi ada. Sosoknya sudah lagi tidak bisa saya jumpa. Dia sudah berkawan dengan bumi.

Sosok yang sebulan lalu masih rajin memposting artikel dan cerita di FB yang hampir setiap kali saya buka Facebook, postingan itu muncul paling atas. Sekarang tidak ada lagi artikel atau petuah kehidupan di FB dan artikel kesehatan darinya.

Kepergiannya meninggalkan duka bagi teman, kerabat, juga kami, karyawannya. Kepergiannya meninggalkan kehilangan yang terasa berat. Disaat kantor sedang berjuang. Disaat kami sedang tumbuh.

Tidak ada lagi sosok pemimpin, sosok atasan yang saya hormati. Tidak ada lagi yang akan menyuruh saya untuk mengerjakan dokumen. Beliau meninggalkan begitu banyak cerita. Meninggalkan harapan yang belum terwujud. Bahwa saya merasa kadang dia masih ada. Dia hanya pergi hingga tidak ada yang tau kapan akan kembali.

Selamat jalan pak (dr. Rawan Broto, Sp-PD-KR).

 

cerita manusia

Terima Kasih Semesta

20170427_130723
Foto by Alexander Thian

13 Mei

Adakah dari kalian yang pernah merasa salah jalan, tapi putar baliknya terasa jauh sekali sehingga kayaknya mustahil. Apa yang kalian kerjakan sekarang gak sesuai dengan hati kecil. Bahwa bukan ini yang kalian inginkan?? Saya sedang mengalaminya.
“Passion saya ga disisni”

Buat saya yang masih bermasalah dengan insecurities, komentar negatif yang diterima sering kali semakin menghambat dan menambah jalan terjal untuk kembali ke jalan yang dirasa benar. Apapun hal baik yang coba saya kerjakan atau upayakan selalu terlihat salah. Selalu kurang.

Lalu lelah mulai datang kala sedang berjuang, berproses.

Ingin rasanya berhenti.

Lanjutkan membaca “Terima Kasih Semesta”

cerita manusia

Sekali Lagi Tentang Insecure…

Beberapa hari yang lalu melihat buku “Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat; Pendekatan Yang Waras Demi Menjalani Hidup Yang Baik” di timeline twitter. Sepertinya menarik dan saya lagi butuh asupan gizi soal semacam ini…

Dan akhirnya kemarin buku itu terbeli juga. Heheeee.

Halaman pertama berkisah tentang seorang penulis yang berkali-kali gagal. Semua tulisan yang dia kirim ke surat kabar, penerbit, semua ditolak. Karena menganggap tulisannya buruk, kacau, sampah. Karena hal ini ia mengalami depresi berat. Hidup seperti gelandangan, suka mabuk-mabukan dan narkoba. Hampir 50 tahun ia hidup seperti itu. Hingga satu ketika datang kesempatan dari editor. -Tidak dijelaskan apa alasan editor itu-. Tapi ia yakin ini adalah kesempatan yang ia punya. Singkat cerita, tawaran tadi dia terima. Dan tahun berikutnya, novelnya laris manis. Dia menjadi penulis terkenal.

Dia jujur pada dirinya sendiri dan mengakui hal paling buruk yang ada pada dirinya. Dia mengakui bahwa dia pencundang, selalu gagal. Merasa pencundang adalah suatu kewajaran.

More

cerita manusia

Cerita Masa Kecil

 

Cerita apa nih?? Hemm…. Cerita masa kecil aja yaaa. :))

Jadi dari kecil, kalo anak lain ulang tahun dirayain di restoran fast food, ada kue, lilin, itu gak terjadi di masa kecil saya. Bahkan emang ga pernah ada tradisi kaya gitu di keluarga. Paling banter cuma makan-makan sekeluarga di ruang tengah. Sesederhana itu.

Saat anak lain gak suka baca. Saya udah mulai suka novel sejak kelas 5 SD. Buku pertama yang dibeliin itu “AKU” karya Sjuman Djaya, yang bercerita tentang Chairil Anwar. Kelas 5 SD! Bayangin…. Hahaaaa. Sampe akhirnya karena ibu baru tau kalo syairnya kebanyakan kata-kata dewasa semacam ‘jalang, binatang yang terbuang’, jadi bukunya disita, disembunyiin entah di mana sampe menginjak SMA baru ketemu lagi bukunya… heheheee.

Lanjutkan membaca “Cerita Masa Kecil”

cerita manusia · perjuangan

Memahami Perasaan , Pelajaran Penting Seumur Hidup

Close up Portrait young beautiful attractive tender ginger redha
sumber dari sini

Beberapa hari yang lalu, membaca salah satu blog orang lain, terkait Emotional Inteligence. Kalo dalam bahasa Indonesia langsung “Kecerdasan Emosi”. Kalo pengen tau lebih lengkap tanyakan ke gogel yaaa.  hehehee. Jadi Kecerdasan emosi ini bukan hanya tentang emosi kita sendiri tapi emosi orang lain. Melihat emosi atau ekspresi orang lain terkait sesuatu. Saya kasih contoh agar lebih mudah dipahami, mungkin kalian juga pernah secara tidak sadar udah melakukan ini.

Sekolah

Waktu SMP, sekolah saya kedatangan murid baru dari Bandung. Sebagai murid baru, tentu dia belum mendaftar ekstrakurikuler apapun. Padahal di sekolah saya, ekskul pramuka menjadi kegiatan yang wajib diikuti seluruh siswa. Karena teman-teman lain yang tidak ada menawarkan dan tidak ada yang mengajaknya bergabung, saya memberanikan diri menawarkan kelompok tim pramuka saya. Dia bisa bareng saya saat pramuka berlangsung, begitu pula saat saya mengikuti PMR sebagai ekskul kedua, dia juga ikut bergabung. Saat itu bahkan kami terlihat seperti kembar. Karena hampir kemana-mana selalu berdua. Heheheee.

More

jodoh · novel

Around The World and Find Love

ravel and tourism and transport .The landmarks of the world as the background
Beberapa hari yang lalu, mampir ke sebuah toko buku di salah satu Mal di Yogya. Kalo dipikir. Udah lumayan lama sih gak nongkrong di toko buku. Ngeliat buku berderet dengan bermacam judul yang menjual siap dibeli. Tapi ya ujungnya juga gak beli apa-apa. hehehe. Lagi gak niat nyari buku buat bacaan juga sih. Jadi cuma ngeliat ada buku baru apa.
Ternyata banyak buku baru. Dan sepertinya fenomena buku dengan tema cinta masih booming banget. Taruhan, 2-3 tahun kedepan itu buku atau novel (pasti) diangkat ke film.
Abis pulang, malah jadi kepikiran terus sama judul-judul yang ada. Sekarang lagi hits banget judul yang bawa-bawa kota di luar negeri. Gak cuma satu. Banyak! Love in Paris, Love in London, Love in Auckland, Love in Sydney, Love in Edinburgh, Love in Marrakech, Love in Adelaide, Winter in Tokyo, Autum in Paris, Summer in Seoul, Spring in London, London Love Story, dan masih banyak lagi. Sebenernya fenomena ini udah ada dari jaman masih SMP, jaman Ilana Tan sukses bikin 4 novel dengan tema 4 musim. Aku lupa udah baca yang mana. Ada juga Kana di Negeri Kiwi. *negeri Kiwi= New Zealand*
Sebenernya ceritanya gak jauh-jauh dari orang Indonesia yang kebetulan kuliah di sana, atau kerja, terus ketemu sama “cintanya”. Yaa sebagian ada yang ketemu sama orang Indonesia juga, ada lagi yang kepincut sama gantengnya cowok Korea. Tapi emang orang Indonesia kurang ganteng apa? Sampe harus ngadu ke Eiffel dulu, baru ketemu sama jodohnya? Biar makin sweet dan romantis ya. *uhuk*

Lanjutkan membaca “Around The World and Find Love”