cerita manusia

Sekali Lagi Tentang Insecure…

Beberapa hari yang lalu melihat buku “Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat; Pendekatan Yang Waras Demi Menjalani Hidup Yang Baik” di timeline twitter. Sepertinya menarik dan saya lagi butuh asupan gizi soal semacam ini…

Dan akhirnya kemarin buku itu terbeli juga. Heheeee.

Halaman pertama berkisah tentang seorang penulis yang berkali-kali gagal. Semua tulisan yang dia kirim ke surat kabar, penerbit, semua ditolak. Karena menganggap tulisannya buruk, kacau, sampah. Karena hal ini ia mengalami depresi berat. Hidup seperti gelandangan, suka mabuk-mabukan dan narkoba. Hampir 50 tahun ia hidup seperti itu. Hingga satu ketika datang kesempatan dari editor. -Tidak dijelaskan apa alasan editor itu-. Tapi ia yakin ini adalah kesempatan yang ia punya. Singkat cerita, tawaran tadi dia terima. Dan tahun berikutnya, novelnya laris manis. Dia menjadi penulis terkenal.

Dia jujur pada dirinya sendiri dan mengakui hal paling buruk yang ada pada dirinya. Dia mengakui bahwa dia pencundang, selalu gagal. Merasa pencundang adalah suatu kewajaran.

Kenapa tulisan dia laris, dia menulis tentang dirinya sendiri. Dia tidak perlu pencitraan. Dia tidak perlu menulis agar disukai orang. Dia menulis sekehendak hatinya. Yaaa itulah kekuatan dirinya. Dan dia tetap berbicara seenaknya meski sudah terkenal. Dia tak peduli.

Kenapa saya menceritakan ini? Karena hidup 20 tahun saya kurang lebih sama. Banyak kegagalan (tidak perlu diceritakan satu-satu). Saya sempat berpikir “saya ini tak pantas dicintai dan tak pantas dihargai hanya karena tidak pernah ada bilang kalo saya ini dicintai.” Saya tidak dekat atau memiliki pacar. Jadi perasaan tadi makin besar.

“Suatu hari kamu akan terjaga dan tersadar bahwa untuk terus menjalani hidup adalah pilihan yang tepat. Untuk tidak berputus asa akan dirimu sendiri. Dan suatu hari kamu akan merasa sangat bersyukur karena kamu tidak pernah mematahkan semangatmu dan percaya akan dirimu sendiri”

Setiap ada buku yang menulis bahwa setiap orang pantas untuk dicintai dengan baik dan dihargai dengan layak, entah kenapa saya selalu ingin menangis. Iyaa, segitu insecurenya saya. Segitu tidak layaknya saya merasa. Jahat banget yaa.

Dan insecure ini bisa sewaktu-waktu kumat. Apalagi kalo tiba-tiba merasa bersalah karena sesuatu yang rasanya sepele. Saya bisa nangis dan menyalahkan diri sendiri. Betapa bodohnya saya. Dan segala macam kekecewaan yang dialamatkan kepada diri ini.

Rasanya sulit untuk menerima bahwa diri ini begitu berharga dan berhak untuk dicintai dengan layak. Hal seperti ini justru baru saya sadari dua tahun belakangan. Bahwa hal seperti ini dapat memicu depresi yang lebih parah. Ketidakpercayaan diri, ketidak-mampuan menerima diri. Hal baiknya adalah, mengakui dan menyadari hal ini adalah satu bentuk tahap kejujuran dan mengakui hal paling buruk yang terjadi pada diri kita dan tanpa segan membagikan perasaannya. Kalimat itu saya temukan dalam buku yang saya sebut diatas. Dan saya tidak menyerah untuk terus menulis. Menulis blog ini sejujurnya adalah bentuk dari pelarian saya. Pelarian karena saya tidak tau harus cerita dengan siapa.

Yang saya lupa atau luput adalah, banyak doa diam-diam yang dilakukan sesorang yang saya beri sarapan saat berangkat kerja. Seseorang yang saya beri nasi kotak untuk makan siang, atau seseorang penjual yang dagangannya saya beli, saat dia benar-benar menunggu pembeli. Saya lupa menyadari bahwa kehadiran saya adalah berkat untuk orang lain. Kehadiran saya sangat dinantikan. Ada rejeki yang dititipkan Tuhan lewat saya. Menyadari hal ini harusnya membuat saya sadar bahwa saya berharga dan layak untuk dicintai meski tidak ada mengatakannya.

Rasanya mudah menulis ini, tapi begitu nanti insecure kumat lupa semua hal tadi. Seperti kaset rusak, hal buruk kembali berulang. Butuh proses lama dan bukan tidak mungkin akan berlangsung meski tahun sudah berganti. Semoga saya menuju jalan yang benar. Tidak perlu memaksakan semua untuk sempurna, tapi setidaknya saya sudah diarah yang lebih baik.

Berikut adalah kutipan ada seorang teman (katakanlah begitu ) yang pernah membuat pipi ini basah, dan menyadarkan betapa pentingnya hidup ini.

Kamu layak untuk hidup.

Kamu pantas untuk tersenyum.

Kamu berhak mendapatkan kebahagiaan lebih dari yang kamu bayangkan.

Kamu layak untuk merasakan semua hal yang ditawarkan kehidupan ini untukmu. Hidup ini sungguh indah dan kamu lebih dari pantas untuk menjalaninya.

Kamu berarti, sungguh berarti. Dan kamu satu-satunya di dunia ini.

Jangan pernah berpikir bahwa kamu tak layak untuk hidup.

Karena kamu pantas. Kamu layak.

Kamu harus tetap hidup, terus melangkah, dan meraih yang kamu impikan.

Jangan pernah berhenti. Jangan menyerah pada diri sendiri.

Jangan biarkan kesedihan dan rasa sedih mengambil alih asamu.

Kamu luar biasa.

Kamu adalah satu alasan bagi orang lain untuk bahagia dan kamu tak menyadarinya.

 

 

Tulisan lain terkait insecure:

Depresi, Insecure dan Menerima Diri Sendiri 

Life Must Go On

Bunuh Diri dan Kedamaian Sejati

 

Iklan

15 tanggapan untuk “Sekali Lagi Tentang Insecure…

        1. bisa dimulai dari menulis, coba aja. jujur kelemahannya apa. misal 1. tidak bisa bangun pagi, 2. suka nelat/ngaret, 3. suka bergunjing. lalu dibaca. “iih kok kesel sih punya sikap gitu”. lalu perlahan diubah deh, heheheee

  1. Karena ini kunjungan pertama ke blog kakak, saya ucapkan salam kenal ya…

    Tentang apa yang kakak tulis di unggahan ini, asli ngena buat saya. I was there and am still there. Ngerasa pengen nangis saat baca quote kalau saya itu berharga dan pantas mendapatkan yang terbaik. Menyalahkan diri saat berbuat salah sekecil apa pun, dst, dst. Tapi kemudian saya belajar bahwa… hey, masih ada hal indah di dunia ini. Kenapa ga fokus ke sana aja? Meski saya juga setuju sama yang kakak bilang, bahwa ada saat2 ketika rasa insecure itu kumat. Kalau kata psikolog yang sempat menangani saya dulu sih gapapa, itu normal katanya. Emosi manusia itu memang kaya iman alias naik turun… hehehe. Yang perlu diingat, katanya lagi, ketika emosi lagi di ‘bawah’ kita harus cepet action untuk menanggulanginya. Entah memotivasi diri atau melakukan aktivitas yang bikin mood naik 🙂

    Maaf kalau komennya dirasa kepanjangan ya kak… bad habit setiap kali ketemu topik yang ‘nyentil’ hehe. Sekali lagi salam kenal 🙂

    1. Hai! salam kenal juga. makasih lhoo udah ngeluangin waktu buat membaca 🙂
      sampe sekarang malah belom pernah ke psikolog, niat udah ada, tapi belom sempat terus :(. kadang bukannya ga mau fokus ke hal indah, tapi yaa gimana masalah selalu ada di depan mata. dan kadang suka ga siap aja. kadang lelah dan pengen berhenti aja….

      1. Gapapa kak, aku juga gitu kadang2. Ada saat tenang dan ada saat ketika rasanya hidup itu menakutkan… hahaha. Semoga Tuhan senantiasa menguatkan kita ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s